![]() |
| Pexels.com |
Mata itu tak pernah meneduhkan
Kebencian menjadi hiasan
Ia tak pernah terhapuskan
Melekat kuat hingga menemui kematian
Aura yang merepresentasikan sifat rakus
Pada harta, dirinya selalu haus
Tak pernah memiliki nurani yang tulus
Dia adalah noda di tengah arus
Menindas
Begitulah cara dia beraktivitas
Namun, ia sendiri justru menyebutnya tugas
Dalam kondisi apa pun tetap harus tuntas
Pribadinya adalah sosok yang penuh dengki
Berjalan di atas air mata yang tak terhenti
Tak peduli dengan penderitaan kami
Dia bak raja iblis di semesta ini
Banyak harap agar dia hancur
Terpincang-pincang dan babak belur
Lalu tampak jelas darah yang deras mengucur
Juga senyum busuknya yang mulai gugur
Kini, semua tinggal menunggu
Semoga segera ada jawaban dari waktu
Agar tak ada lagi yang terbungkam lesu
Agar tak ada lagi yang menangis di balik awan kelabu
November 2021

0 Comments