Ticker

6/recent/ticker-posts

Penuh Dengki

 

Pexels.com

Mata itu tak pernah meneduhkan

Kebencian menjadi hiasan

Ia tak pernah terhapuskan

Melekat kuat hingga menemui kematian

 

Aura yang merepresentasikan sifat rakus

Pada harta, dirinya selalu haus

Tak pernah memiliki nurani yang tulus

Dia adalah noda di tengah arus

 

Menindas

Begitulah cara dia beraktivitas

Namun, ia sendiri justru menyebutnya tugas

Dalam kondisi apa pun tetap harus tuntas

 

Pribadinya adalah sosok yang penuh dengki

Berjalan di atas air mata yang tak terhenti

Tak peduli dengan penderitaan kami

Dia bak raja iblis di semesta ini

 

Banyak harap agar dia hancur

Terpincang-pincang dan babak belur

Lalu tampak jelas darah yang deras mengucur

Juga senyum busuknya yang mulai gugur

 

Kini, semua tinggal menunggu

Semoga segera ada jawaban dari waktu

Agar tak ada lagi yang terbungkam lesu

Agar tak ada lagi yang menangis di balik awan kelabu

 

November 2021

Post a Comment

0 Comments