Ticker

6/recent/ticker-posts

Antara Cinta, Wanita, dan Fakta-fakta Menariknya

 

Pexels.com

Dalam konteks keluarga―khususnya pada paradigma anak―Rasulullah saw menjelaskan bahwa derajat perempuan (ibu) lebih tinggi tiga kali lipat daripada laki-laki (pria). Penyebabnya jelas, karena ibulah yang mengandung dan menyusui anaknya. Bicara soal perempuan/wanita, hampir semua pria sangat kesulitan memahami wanita. Pria menganggap bahwa wanita itu membingunkan. Wanita sendiri sering―baik secara langsung maupun tidak―menegaskan bahwa dirinyalah yang benar, sementara pria selalu dan pasti salah. Tak jarang wanita mengelak ketika dirinya sangat jelas melakukan kesalahan. Sesuatu yang terkesan sangat egois, tapi hal tersebut ternyata memiliki sebab khusus.

“Wanita adalah sosok yang unik, dan ia memiliki pikiran yang kompleks”, begitu menurut Claudia Sabrina.  Ketika berkomunikasi dengan wanita, pria―mau tidak mau―harus berbicara dengan hati-hati. Jika ingin mengubah pendapat, seorang pria harus memiliki dasar alasan yang kuat dan masuk akal. Hal tersebut bertujuan supaya ia tidak disalahkan oleh wanita. Saat wanita marah, ia sering menganggap bahwa pasangannya tidak bisa mengerti apa yang diinginkannya. Bagaimana pun, wanita tersebut akan menyalahkan pasangannya karena ia sangat ingin dipahami dan dimengerti. Sayangnya, wanita juga jarang menyadari bahwa pasangannya adalah manusia biasa yang tak selalu bisa mengetahui dan memahami isi hatinya.

Kali ini saya akan mengulas beberapa hal tentang wanita yang telah ditulis oleh Claudia Sabrina dalam buku “Seni Memahami Wanita”. Berikut pemaparannya.

1. Saat Wanita Jatuh Cinta

Terdapat beberapa karakter unik ketika wanita sedang berada di fase jatuh cinta. Meski pria yang ia cintai tak pernah membalas perasaannya, ia tetap mampu memendam cintanya. Dalam sudut pandang wanita, mencintai itu sebenarnya sederhana. Wanita akan merasa senang dan puas hanya dengan melihat pria yang dicintainya bahagia, atau ketika dirinya bisa duduk berdampingan dengan pria tersebut. Saat jatuh cinta, wanita akan mudah terhanyut oleh perasaannya. Ia begitu bahagia, menganggap hubungan asmara itu sangat mengagumkan, dan ia merasa saat itu dunia adalah miliknya sendiri. Kala wanita telah menemukan pria yang benar-benar tepat untuk cintanya, ia akan rela menemani pria tersebut dari bawah. Wanita menyadari bahwa kebahagiaan itu tak bisa didapat dengan instan. Ia berusaha untuk tidak mengeluh, tak peduli sekeras apa perjuangan yang ia lalui bersama pasangannya. Ia akan tetap setia mendampingi prianya walau harus sering jatuh-bangun.

 

2. Ingin Cepat Menikah

Bagi sebagian besar pria mungkin permintaan wanita supaya cepat dinikahi menjadi sesuatu yang tak mudah untuk dikabulkan. Ada beberapa alasan mengapa mayoritas wanita menuntut untuk segera dinikahi. Alasan-alasan tersebut yakni.

a.       Wanita merasa khawatir jika pria yang menjadi pasangannya saat ini ternyata bukan jodohnya, dimana hal tersebut akan membuat hubungan yang selama ini dijalani berakhir sia-sia.

b.      Pacaran dalam jangka waktu yang tak sebentar membuat wanita bosan. Wanita lebih suka jika ia dan pasangannya hidup serumah dengan status sah.

c.       Wanita memiliki keinginan menghancurkan rasa posesif.

d.      Wanita selalu butuh kepastian, hal tersebut disebabkan karena ketika hati wanita tersentuh cinta maka ia tidak akan bermain-main saat menjalani hubungan.

 

3. Kata dan Wanita

Rata-rata wanita dalam sehari mampu berbicara hingga 20.000 kata, sementara pria hanya 7.000 kata. Hal tersebut membuat pria menganggap bahwa wanita adalah sosok yang cerewet. Namun, ternyata wanita justru membantah jika mereka disebut sebagai sosok yang cerewet. Bagi wanita, apa yang mereka lakukan tersebut adalah satu bentuk kepedulian. Tujuan lain wanita dalam bicara adalah meredakan stres dan membangun hubungan dengan orang lain. Para wanita dalam berbicara kadang membuat bingung pria. Berbeda dengan pria yang mengatakan “Ya” berarti “Ya”, dan “Tidak” berarti “Tidak”; wanita meski mulutnya berkata “Ya” bisa saja yang ia maksud ternyata “Tidak”.

Hal tersebut sangat sering ditemui, khususnya bagi mereka yang sedang menjalin hubungan. Misalnya, wanita mengatakan “Tidak apa-apa”, padahal sebenarnya ada sesuatu yang ingin disampaikannya pada pasangannya; atau saat wanita berucap “Terserah kamu”, hal tersebut bukan bermakna pria bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya sendiri, justru dengan mengatakan hal tersebut wanita sebenarnya ingin didengar dan dituruti pendapatnya oleh pria.

Post a Comment

0 Comments